WELCOME TO DON'S WEB
Semoga ANA manfAAte.

Kamis, 11 Oktober 2012

Kanker ???? Baca Tulisan Ini

Kabar baik bagi mereka  atau keluarga yang dikarunia Alloh cobaan hidup yaitu mengidap penyakit kanker.  Kanker tidak perlu mengunakan kemoterapi yang mahal dan banyak mengandung efek samping. Pengobatan kanker sekarang ini telah menggunakan teknologi baru yang dikenal dengan teknologi  Trans Arterial Chemo Infusion (TACI).
Keunggulan utama teknologi ini adalah obat kanker langsung diantar ke sel kanker (langsung mengenai target), sehingga penggunaan obat sangat efektif dan efisien. Efektif karena langsung mengenai sel kanker, tidak menyebar ke seluruh tubuh , sehingga  obat langsung bisa action. Efisien karena obat yang diberikan sesuai dosis, tidak berlebihan .  Karena sifatnya yang sangat efektif, maka pengobatannya menjadi sangat singkat.
Pengobatan dengan kemoterapi harus digantikan dengan  penggunaan TACI karena  pemberian kemoterapi konvensional yang diberikan melalui infuse menyebar ke seluruh tubuh. Sehingga pemberian  obat tidak optimal karena dosis yang diterima sel kanker lebih kecil. Ternyata pemberian kemoterapi konvensional juga menimbulkan efek samping  seperti rambut rontok, mual, serta tekanan terhadap sumsum tulang belakang yang mengakibatkan kelainan darah.
Kanker  yang dapat diobat oleh teknologi ini meliputi jenis kanker yang solid seperti kanker payudara, kanker hati, k leher rahim, k indung telur, k tulang, k mulut, k usus, k pancreas, k saluran kencing, k leher, k lidah kecuali k darah, k saluran getah bening, k dengan anak sebar seluruh tubuh dan kondisi pasien yang tidak memungkinkan (gagal ginjal, paru dan jantung ) . Sedangkan rumah sakit yang sudah memiliki teknologi TACI di wilayah Jawa Tengah dan DIY adalah Rumah Sakit Permata Medika.

))) Disarikan dari : Majalah Selaras Vol 08/Th I/ 2011
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 12 September 2012

Efek dan Mitigasi Pemanasan Global

Konsensus pada komunitas ilmuwan adalah pemanasan global disebabkan oleh aktivitas manusia, khususnya pembakaran bahan bakar fosil. Perubahan yang terjadi pada pemanasan global adalah kenaikan suhu, mundurnya glasier, pelelehan salju yang lebih cepat, dan meningkatnya hujan lebat. Lambat laun pemanasan global akan berefek terhadap manusia.
Menurut Intergovernmental Panel on Climate Change, kenaikan suhu bumi periode 1990 – 2005 berkisar 0,15 – 0,13 derajat Celcius. Jika dibiarkan terus menerus, kenaikan suhu bumi dapat mencapai 4,2 derajat Celcius tahun 2050 – 2070 yang berarti kehidupan di bumi akan musnah. Perubahan iklim berdampak juga terhadap curah hujan yang lebih lebat.
Dampak pemanasan global yang jelas terlihat adalah kenaikan air laut yang berakibat hilangnya beberapa pulau di Indonesia. Selain itu, setiap kenaikan 14 – 43 cm maka pH air laut akan turun dari 8,2 cm menjadi 7,8 cm, sehingga akan menghambat pertumbuhan dan akhirnya mematikan biota dan terumbu karang.
Selain itu, pemanasan global akan memicu masalah kesehatan. Akibat suhu yang lebih hangat, maka jentik nyamuk demam berdarah dan malaria memiliki siklus hidup lebih pendek dan masa inkubasi penularan yang lebih singkat. Ledakan populasi wabah ini akan membahayakan masyarakat. Tak terkecuali penyakit diare, leptospirosis, asma, kanker kulit, dan penyakit paru obstruktif kronis (CODP).
Dampak perubahan iklim dalam dunia pertanian adalah mengubah pola presipitasi, penguapan, air limpasan, dan kelembaban tanah, terjadinya ledakan hama dan penyakit tanaman. Hal tersebut akan berdampak terhadap ketahanan pangan di Indonesia.
Dalam memitigasi perubahan iklim, beberapa hal harus dilakukan yaitu:
  • peningkatan efisiensi energi di semua sektor (bangunan, transportasi, industri, dan penyediaan energi)
  • pergantian bahan bakar dalam sektor transportasi
  • mengganti bahan bakar fosil dengan sumber energi alternatif dalam negeri
  • penanaman hutan
  • pencegahan penggundulan hutan
  • pengelolaan hutan berkelanjutan
  • produksi bioenergy
  • pengelolaan lahan pertanian (meningkatkan pengelolaan nutrisi lahan akan meningkatkan kualitas air tanah dan kesehatan lingkungan ekosistem lahan)
  • pengelolaan tanah penggembalaan (peningkatan produktivitas ternak, mengurangi desertifikasi, dan menyediakan keamanan sosial bagi yang lemah ekonominya agar dapat menggembalakan ternaknya dengan bebas)
  • pengelolaan ternak (mengkombinasikan pengolahan beras secara tradisional dengan pengelolaan ternak akan meningkatkan pendapatan, bahkan di lahan yang semi gersang atau gersang)
  • merencanakan sanitasi TPA  dengan pemulihan TPA gas
  • proses biologis untuk limbah dan limbah air (pengomposan, proses an-aerobik, dan proses aerobic dan an-aerobic limbah air)
  • pengabuan dan proses panas lainnya
  • memperkecil daur ulang, penggunaan kembali, dan limbah
sumber: heowordpower.wordpress.com dan ipcc.ch
»»  Baca Selengkapnya...

Mengapa Hujan Makin Deras ???

Model iklim telah lama memprediksikan bahwa pemanasan global akan meningkatkan intesitas hujan ekstrim. Penelitian terbaru dilakukan di University of Miami dan University of Reading (U.K.) memberikan bukti observasi yang pertama untuk mengkonfirmasi hubungan antara iklim yang semakin hangat dengan badai hujan yang semakin kuat.
Salah satu dari tantangan serius yang akan dihadapi manusia adalah respon terhadap pemanasan global yang beradaptasi dengan cuaca ekstrim. Yang paling diperhatikan adalah badai hujan yang semakin besar dan lebat akan sering terjadi. Hal tersebut dikarenakan peningkatan kelembaban iklim untuk proses kondensasi (pengembunan). Hujan lebat yang semakin sering akan meningkatkan resiko banjir dan akan berdampak terhadap sektor sosial dan ekonomi.
Untuk mengerti bagaimana hujan merespon terhadap iklim yang lebih hangat, para peneliti dalam penelitian ini menggunakan perubahan alam yang berhubungan dengan El-Nino sebagai laboratorium untuk menguji hipotesis mereka. Berdasarkan observasi satelit selama 20 tahun, mereka menemukan hubungan yang jelas antara hujan ekstrim di daerah tropis dan suhu, dengan hujan lebat yang meningkatkan masa periode “panas” dan menurunnya masa periode “dingin”.
“Atmosfer yang lebih hangat mengandung kelembaban yang lebih besar yang dapat menaikkan hujan lebat,”  Menurut Dr. Brian J. Soden, associate professor at the University of Miami Rosentiel School of Marine & Atmospheric Sciences.
Laporan “Atmospheric Warming and the Amplification of Precipitation Extremes” di-preview dalam Sciences Express, menemukan bahwa kedua pengamatan dan model tersebut mengindikasikan kenaikan hujan lebat dalam menanggapi iklim yang menghangat. Bagaimanapun, pengamatan amplifikasi hujan lebat ini ditemukan lebih besar secara substansial dalam pengamatan daripada yang diprediksikan model saat ini.
“Membandingkan pengamatan dengan hasil dari model computer meningkatkan kepahaman bagaimana huja menanggapi bumi yang semakin hanta,” kata Dr. Richard P. Allan, NERC  advance fellow di University of Reading Environmental Systems Science Centre. Menurutnya, perbedaan dapat berhubungan dengan kekurangan pengukuran, atau model tersebut menggunakan perubahan iklim prediksi masa depan.
Sumber: sciencedaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Kesetaraan Rumput Laut dan Hutan di Daratan

Rumput laut merupakan bagian penting solusi perubahan iklim. Per hektarnya rumput ini mampu menyimpan karbon dua kali lebih banyak dari hutan.
Laporan ini dipublikasikan di jurnal Nature Geoscience. Paper “Ekosistem Rumput Laut sebagai Penyimpan Karbon secara Global,” merupakan analisis global penyimpanan karbon di rumput laut pertama kali.
Hasilnya menunjukkan bahwa pantai padang lamun menyimpan hingga 83.000 Mt (metric ton) karbon per km2, kebanyakan berada di di bawah tanah. Sebagai perbandingan, hutan daratan menyimpan sekitar 30.000 Mt karbon per km2, kebanyakan dalam bentuk kayu.
Penelitian ini juga memperkirakan bahwa, walaupun padang rumput laut menempati kurang dari 0,2 persen dari samudra di dunia, rumput laut bertanggung jawab terhadap 10 persen dari seluruh karbon yang ditanam di lautan per tahun.
“Rumput laut hanya mengambil persentasi yang sedikit dari pesisir global, namun penilaian ini menunjukkan bahwa rumput laut merupakan ekosistem dinamis untuk transformasi karbon,” kata James Fourqurean, International University and the National Science Foundation’s (NSF) Florida Coastal Everglades Long-Term Ecological Research (LTER) site.
Situs the Florida Coastal Everglades LTER merupakan salah satu dari 26 situs NSF LTER di seluruh dunia yang memiliki ekosistem hutan hingga tundra, karang hingga daratan pembatas. “Rumput laut memiliki kemampuan unik untuk melanjutkan menyimpan karbon dalam akarnya dan tanah di lautan,” kata Fourqurean. “Kami menemukan tempat-tempat di mana hamparan rumput laut telah menyimpan karbon selama ribuan tahun.”
Penelitian ini dipimpin oleh Fourqurean bekerja sama dengan peneliti-peneliti di Spanish High Council for Scientific Investigation, the Oceans Institute at the University of Western Australia, Bangor University in UK, the University of Southern Denmark, the Hellenic Center for Marine Research in Greece, Aarhus University in Denmark, and the University of Virginia.
Para peneliti menemukan padang rumput laut menyimpan 90% karbon mereka dalam tanah dan meneruskannya selama berabad-abad. Di mediterania, daerah geografis dengan konsentrasi karbon terbesar ditemukan selama penelitian, padang rumput laut menyimpan karbon pada kedalaman beberapa meter.
Rumput laut merupakan salah satu ekosistem paling terancam di dunia. Sekitar 29% dari seluruh padang rumput laut telah dihancurkan, kebanyakan karena pengerukan dan degradasi kualitas air. Setidaknya 1,5% padang rumput laut di bumi hilang setiap tahunnya.
“Salah satu yang paling luar biasa mengenai rumput laut adalah, jika pulih, mereka secara efektif dan sangat cepat menyita karbon dan membangun kembali karbon yang hilang tenggelam,” kata Karen Mcglathery, ilmuwan dari University of Virginia dan NSF Virgina Coast Reserve LTER sire.
Rumput laut telah lama dikenal karena keuntungan ekosistemnya: rumput laut menyaring sedimen dari lautan; menjaga garis pantai dari banjir dan badai; dan habitat bagii ikan dak kehidupan laut lainnya Para peneliti menekankan konservasi rumput laut akan mengutangi emisi gas rumah kaca dan meningkatkan stok karbon.
Sumber: sciendaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Selasa, 11 September 2012

Pupuk Kimia dan Pengaruhnya Terhadap Global Warming

Universitas California, Berkeley, ahli kimia telah menemukan bukti bahwa peningkatan penggunaan pupuk lebih dari 50 tahun yang lalu bertanggung jawab terhadap kenaikan signifikan kandungan nitro oksida di atmosfer, yang merupakan gas utama yang berkontribusi terhadap perubahan iklim.
Ilmuwan iklim telah berasumsi bahwa penyebab peningkatan nitro oksida adalah nitrogen yang terkandung dalam pupuk, yang menstimulasi mikroba di tanah untuk mengkonversi nitrogen ke nitro oksida lebih cepat dari biasanya.
Penelitian terbaru dilaporkan pada isu April dalam Journal Nature Geo-science, menggunakan data isotop nitrogen untuk mengidentifikasi sidik jari yang jelas mengenai penggunaan pupuk dalam contoh udara dari Antartika dan Tasmania.
“Penelitian ini merupakan yang pertama yang menunjukkan secara empiris dari data yang ada bahwa rasio isotop nitrogen di atmosfer dan bagaimana hal tersebut sudah berubah dari waktu-waktu merupakan sidik jari penggunaan pupuk,”  kata ketua penilitian Kristie Boering, Profesor Chemistry and of Earth and Planetary Science di Universitas Kalifornia Berkeley.
Menurutnya, hal tersebut bukan menjelek-jelekkan pupuk. Manusia tidak akan bisa menghentikan penggunaan pupuk. Namun, pihaknya berharap penelitian ini akan berkontribusi dalam perubahan penggunaan pupuk dan praktik pertanian yang akan membantu memitigasi pelepasan nitro oksida ke atmosfer.
Sejak tahun 1750, tingkat nitro oksida di udara telah meningkat hingga 20%, dari di bawah 270 ppb menjadi lebih dari 320 ppb. Setelah karbon dioksida, metana, nitro oksida (N2O) merupakan potensi gas rumah kaca (GRK), menjebak panas, dan berkontribusi terhadap pemanasan global. Hal tersebut juga merusak ozon stratosfer, yang menjaga planet dari sinar ultraviolet yang berbahaya.
Mencari tahu asal nitro oksida di atmofermer lebih sulit karena molekul dari lahan pertanian sepertinya sangat identik dari satu yang berasal dari hutan alam atau samudra jika mengukur konsentrasi total. Namun, perlakuan metabolisme mikroba mempengaruhi rasio isotop nitrogen mikroba N2O menghasilkan tanda sidik jari yang dapat dideteksi dengen tehnik sensitif.
Sidik jari sumber nitrogen dapat dilacak karena bakteri dalam lingkungan yang kaya akan nitrogen, seperti lahan yang telah dipupuk lebih memilih menggunakan nitrogen-14 (14N), isotop yang paling umum dibanding nitrogen-15 (15N).
Mikroba mampu mendiskrimisasikan (mengesampingkan) nitrogen-15, sehingga sidik jari sumber N2O dari lahan yang telah dipupuk lebih besar proporsinya untuk nitrogen-14.
Dengan mengukur (dengan tehnik khusus) rasio isotop nitrogen keseluruhan, rasio isotop pada atom pusat nitrogen, dan membandingkan atom pusat nitrogen dengan rasio isotop oksigen-18/oksigen-16, yang tidak berubah lebih dari 65 tahun, hal tersebut mampu menggambarkan gambar arahan yang konsisten pada pupuk dalam sumber utama peningkatan kandungan N2O di atmosfer.
Rasio-rasio isotop tersebut juga menunjukkan bahwa penggunaan pupuk telah menyebabkan perubahan jalan mikroba tanah menghasilkan N2O. Output relatif bakteri penghasil N2O adalah peningkatan nitrifikasi dari 13 ke 23 di seluruh dunia, sementara output relatif bakteri yang menghasilkan N2O dengan denitrifikasi (biasanya tanpa ada oksigen) turun menjadi 87 ke 77%.
Membatasi emisi nitro oksida dapat menjadi langkah utama mengurangi semua gas rumah kaca dan mengurangi pemanasan global. Salah satu pendekatan yang bisa dilakukan adalah waktu penggunaan pupuk tidak pada saat hujan, karena tanah yang basah, mikroba dapat menghasilkan nitro oksida yang cukup banyak secara tiba-tiba. Perubahan pada lahan yang digarap misalnya, penggunaan pupuk pada lahan dapat mengurangi produksi nitro oksida.
Penelitian yang melibatkan analisa sidik jari isotop nitro oksida dari beberapa sumber, dapat membantu para petani menentukan strategi yang paling efektif. Hal tersebut juga membantu potensi pengaruh negatif pertumbuhan produk pertanian untuk biofuel, karena beberapa bahan baku membutuhkan pupuk yang menghasilkan N2O.
Penelitian ini menunjukan pada kita agar kita bisa memprediksi lebih baik perubahannya, serta efeknya terhadap iklim dan penipisan lapisan stratosfer.
Sumber: sciencedaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Komitmen Perbaikan Iklim Global

Komitmen  RIO+20

Sekretariat RIO+20 bersama dengan UN Global Compact dan inisiatif Sustainable Energy for All telah menerima lebih dari 700 komitmen sukarela Rio+20. Komitmen-komitmen ini dibuat oleh seluruh pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, PBB, International Governmental Organizations, pihak swasta, masyarakat sipil, non-Govenrmental Organizations. Dengan kolektif, komitmen-komitmen nyata ini mengerahkan lebih dari 500 milyar dolar dalam aksi-aksi menuju pembangunan berkelanjutan.
Di antara komitmen-komitmen yang terdaftar meliputi: menanam 100 juta pohon hingga 2017; reboisasi 10.000 km2 gurun; menghemat 1 megawatt-hour listrik per hari; memperkuat 5.000 wanita wirausaha ramah lingkungan di Afrika; mendirikan master program dalam praktik pembangunan berkelanjutan; mengembangkan kebijakan pembelanjaan lingkungan dan meminimalisir limbah; mendaur-ulang 800.000 ton PVC per tahun hingga 2020.
Semoga komitmen ini akan terus berlanjut.

Sumber: Rio+20
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 09 September 2012

Anda Senang Es Teh.... Hati - Hatilah......

Siapa yang tidak menyukai es teh, minuman ini paling enak diminum saat siang hari. Begitu segar dan langsung menyegarkan tubuh. Namun, efek kurang mengenakan dari es teh juga menghantui kesehatan, terutama ginjal.
Es teh mengandung oxalate dengan konsentrasi tinggi, salah satu dari bahan kimia penting yang menyebabkan pembentukan batu ginjal, kerusakan umum saluran kemih.
“Bagi orang yang memiliki kecenderungan pembentukan batu ginjal, es teh merupakan salah satu minuman yang tidak dianjurkan diminum,” kata Dr. John Milner, asisten Profesor Departemen Urology, Loyola University Chicago Stritch School of Medicine.
Penyebab paling umum batu ginjal ialah tidak mengkonsumsi air putih yang cukup. Dan selama musim panas atau kemarau, orang-orang akan dehidrasi karena berkeringat. Dehidrasi yang digabungkan dengan meningkatnya konsumsi es teh, meningkatkan resiko batu ginjal, terutama orang-orang yang sudah memiliki resiko.
“Masyarakat umum diberi tahu jika musim panas atau kemarau harus mengkonsumsi cairan lebih banyak. Banyak orang yang lebih memilih minum es teh lebih banyak karena rendah kalori dan memiliki rasa yang lebih enak dibanding air biasa. Bagaimanapun, jika menyangkut tentang batu ginjal, dengan mengkonsumsi es teh lebih banyak justru merugikan.” Kata Milner.
Walaupun teh panas mengandung oxalate, sangat sulit untuk menyebabkan batu ginjal. Pria lebih beresiko batu ginjal dibanding wanita, usia rentan terkena penyakit ini di atas 40 tahun, sedangkan pada wanita setelah masa menopause. Wanita setelah menopause dengan kadar estrogen yang rendah dan wanita yang telah mengalami pengangkatan rahim memiliki resiko yang tinggi juga.
Batu ginjal merupakan kristal kecil yang terbentuk dari mineral dan garam, normalnya ditemukan di urin dalam ginjal atau uretra (tabung kecil yang mengalirkan urin dari ginjal ke kandung kemih). Batu ginjal biasanya sangat kecil, tidak berbahaya dan dikeluarkan dari tubuh. Namun, kadang batu tumbuh cukup besar untuk bersarang dalam uretra.
Untuk menghilangkan dahaga, air merupakan pilihan terbaik. Sari lemon asli merupakan pilihan baik selain air. “Lemon mengandung sitrat yang tinggi, yang menghambat pertumbuhan batu ginjal,” kata Milner.
Disarankan bagi orang yang beresiko batu ginjal harus memperhatikan asupan makanan yang mengandung oxalate, seperti bayam, coklat, dan kacang. Penderita atau yang beresiko batu ginjal harus mengurangi garam, daging, minum air yang banyak, dan mengkonsumsi makanan yang mengandung banyak kalsium agar dapat mengurangi jumlah oxalate yang diserap tubuh.

Sumber: sciencedaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Limbah Minyak Sayur & Plastik Biodegradable




‘Bioplastik’ yang secara alami disintesis oleh mikroba dapat dibuat menjadi komersil menggunakan limbah minyak sayur sebagai bahan awal (starter). Ini akan mengurangi kontaminasi lingkungan dan juga menyediakan plastik kualitas tinggi yang cocok untuk implan medis, berdasarkan ilmuwan yang menyajikan hasil penelitian mereka di Society for General Microbiology’s Autumn Conference di University of  Warwick.
Polyhydroxyalkanoate (PHA – keluarga polyster) yang disintesis oleh varietas bakteri sebagai sumber energi ketika persediaan karbon banyak. Poly3-hydroxybutyrate (PHB) merupakan polimer yang paling banyak diproduksi keluarga PHA. Saat ini, menumbuhkan bakteri bioplastik  dalam fermenter yang besar dengan jumlah yang banyak membutuhkan biaya yang tidak sedikit karena glukosa digunakan sebagai bahan starter.
Penelitian yang dilakukan tim peneliti di University of Wolverhampton menyarankan menggunakan limbah minyak sayur  sebagai bahan awal untuk mengurangi biaya produksi pembuatan plastik. “Bakteri penghasil bioplastik, Ralstonia eutropa H16, tumbuh lebih baik di minyak selama lebih dari 48 jam dan karenanya menghasilkan tiga kali lebih banyak PHB dibanding ketika bakteri tersebut tumbuh di glukosa,”dijelaskan Victor Irorere yang melakukan penelitian. “Percobaan electrospinning dilakukan berkolaborasi dengan para peneliti dari University of Birmingham, menunjukkan bahwa nano-serat plastik diproduksi dari minyak yang juga berkristal sedikit, yang berarti plastik lebih cocok untuk keperluan aplikasi medis.
Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa PHB merupakan polimer atraktif  untuk digunakan sebagai mikrokapsul untuk pengiriman efektif obat-obatan terapi dan juga implan medis, karena sifat biodegrabilitas dan non-racun. Peningkatan kualitas PHB yang dikombinasikan dengan biaya produksi rendah akan memungkinkan PHB digunakan lebih luas lagi.
Limbah plastik yang digunakan – yang sebagian besar non-biodegradable­ merupakan isu lingkungan utama, limbah plastik yang ada di pantai Inggris telah meningkat selama lebih dari dua dekade terakhir dan sekarang menyumbang sekitar 60% sampah laut. “Kegunaan plastik biodegradable seperti PHB mendorong mengurangi kontaminasi lingkungan. Sayangnya, biaya glukosa sebagai bahan awal telah terhambat oleh komersialisasi bioplastik namun juga mengurangi kontaminasi lingkungan yang disebabkan limbah minyak sayur.”

Sumber: sciencedaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Bakteri Mampu Mengatasi Polusi



Para peneliti sekarang mengerti bagaimana bakteri dapat memecah asam fosfor, polutan yang persisten dan berpotensi berbahaya bagi lingkungan yang ditemukan di produk obat, deterjen, dan herbisida.
“Kami telah mencapai langkah kritis yang telah menghindari kelompok peneliti lainnya selama hampir 50 tahun,” kata David Zechel, professor dari Department of Chemistry dan pakar dalam katalisis enzim. “Memiliki identifikasi sukses yang protein butuhkan untuk memecah molekul-molekul ini, akhirnya kami menguji bagaimana reaksi ini bekerja dan insinyur spesialis bakteri di laboratorium memberikan komponen-komponen yang tidak berbahaya ini.”
Stabilitas asam fosfor berarti bahwa komponen ini tidak mudah memecah di alam. Bagaimanapun, bakteri tertentu berhasil memecah ikatan-ikatan molekul  terkait dengan sangat mudah. Tim tersebut mengidentifikasi dengan sukses protein kompleks yang dipercaya melakukan langkah penting memecah ikatan.
Diperkirakan bahwa lebih dari 20.000 ton asam fosfor dilepaskan setiap tahun ke lingkungan Hemisfir bagian utara. Banyak di antaranya berakhir seperti kontaminan dalam air tanah, menyebabkan keprihatinan atas dampaknya terhadap kesehatan manusia dan kehidupan akuatik.
<www.go green2.blogspot.com>
Sumber: sciencedaily.com
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 07 September 2012

MENGUNDUH LISTRIK DARI MATAHARI

Pemanfaatan energi matahari sebagai sumber energi alternatif untuk mengatasi krisis energi, khususnya minyak bumi, yang terjadi sejak tahun 1970-an mendapat perhatian yang cukup besar dari banyak negara di dunia. Di samping jumlahnya yang tidak terbatas, pemanfaatannya juga tidak menimbulkan polusi yang dapat merusak lingkungan. Cahaya atau sinar matahari dapat dikonversi menjadi listrik dengan menggunakan teknologi sel surya atau fotovoltaik.

Potensi energi surya di Indonesia sangat besar yakni sekitar 4.8 KWh/m2 atau setara dengan 112.000 GWp, namun yang sudah dimanfaatkan baru sekitar 10 MWp. Saat ini pemerintah telah mengeluarkan roadmap pemanfaatan energi surya yang menargetkan kapasitas PLTS terpasang hingga tahun 2025 adalah sebesar 0.87 GW atau sekitar 50 MWp/tahun. Jumlah ini merupakan gambaran potensi pasar yang cukup besar dalam pengembangan energi surya di masa datang.

Komponen utama sistem pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) dengan menggunakan teknologi fotovoltaik adalah sel surya. Saat ini terdapat banyak teknologi pembuatan sel surya. Sel surya konvensional yang sudah komersil saat ini menggunakan teknologi wafer silikon kristalin yang proses produksinya cukup kompleks dan mahal. Secara umum, pembuatan sel surya konvensional diawali dengan proses pemurnian silika untuk menghasilkan silika solar grade (ingot), dilanjutkan dengan pemotongan silika menjadi wafer silika. Selanjutnya wafer silika diproses menjadi sel surya, kemudian sel-sel surya disusun membentuk modul surya.  Tahap terakhir adalah mengintegrasi modul surya dengan BOS (Balance of System) menjadi sistem  PLTS. BOS adalah komponen pendukung  yang digunakan dalam sistem PLTS seperti inverter, batere, sistem kontrol, dan lain-lain.

Saat ini pengembangan PLTS di Indonesia telah mempunyai basis yang cukup kuat dari aspek kebijakan. Namun pada tahap implementasi, potensi yang ada belum dimanfaatkan secara optimal. Secara teknologi, industri photovoltaic (PV) di Indonesia baru mampu melakukan pada tahap hilir, yaitu memproduksi modul surya dan mengintegrasikannya menjadi PLTS, sementara sel suryanya masih impor. Padahal sel surya adalah komponen utama dan yang paling mahal dalam sistem PLTS. Harga yang masih tinggi menjadi isu penting dalam perkembangan industri sel surya. Berbagai teknologi pembuatan sel surya terus diteliti dan dikembangkan dalam rangka upaya penurunan harga produksi sel surya agar mampu bersaing dengan sumber energi lain.

Mengingat ratio elektrifikasi di Indonesia baru mencapai 55-60 % dan hampir seluruh daerah yang belum dialiri listrik adalah daerah pedesaan yang jauh dari pusat pembangkit listrik, maka PLTS yang dapat dibangun hampir di semua lokasi merupakan alternatif sangat tepat untuk dikembangkan. Dalam kurun waktu tahun 2005-2025, pemerintah telah merencanakan menyediakan 1 juta Solar Home System berkapasitas 50 Wp untuk masyarakat berpendapatan rendah serta 346,5 MWp PLTS hibrid untuk daerah terpencil. Hingga tahun 2025 pemerintah merencanakan akan ada sekitar 0,87 GW kapasitas PLTS terpasang.

Dengan asumsi penguasaan pasar hingga 50%, pasar energi surya di Indonesia sudah cukup besar untuk menyerap keluaran dari suatu pabrik sel surya berkapasitas hingga 25 MWp per tahun. Hal ini tentu merupakan peluang besar bagi industri lokal untuk mengembangkan bisnisnya ke pabrikasi sel surya.  (Sources : http://www.litbang.esdm.go.id)
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 06 September 2012

BBM dari Bahan Nabati

Di tengah gaung wacana bahan bakar minyak alternatif, diam-diam Aryanto (54), warga Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, telah melakukan langkah nyata. Sekitar sepuluh tahun lalu ia membikin bahan bakar dengan bahan minyak sawit mentah, dan kini ia mencoba bikin avtur dari bahan nabati.

Gara-garanya, ketika masih bekerja di Jakarta, ia diminta bosnya mencarikan avtur untuk pesawat aeromodeling milik anak bos.

"Kesulitan mendapatkan avtur membuat saya berpikir untuk membuatnya sendiri," ujar Aryanto yang memang suka melakukan berbagai percobaan. Kesenangan melakukan berbagai percobaan itu ditunjang hobi membaca.

"Saya senang membaca buku teknik dan kimia," ujar lelaki lulusan SMA ini. Bagi dia, rumah merupakan tempat berbagai percobaan. "Laboratoriumnya di meja makan," ujarnya tertawa.

Dulu, ia membuat avtur dari bahan nabati. Tidak banyak memang, tetapi ia bisa melayani kebutuhan para pehobi aeromodeling. "Tiap Minggu saya berjualan di lokasi lomba aeromodeling dengan harga Rp 2.500 per botol. Dagangan saya laris manis," tuturnya.

Namun, ia tidak meneruskan usaha ini. Bahkan, sekeluar dari bekerja di pabrik ban, ia justru menekuni pembuatan suku cadang kendaraan bermotor dengan bendera usaha AKASHU Inter. Itu akronim dari Allah Kuasa Atas Segala Hasil Usaha, Insya Allah Niat Tercapai.

Kini, usaha pembuatan suku cadang kendaraan bermotor memang masih berjalan. Namun, Aryanto kembali berkecimpung dalam pembuatan bahan bakar minyak (BBM) alternatif. Ini diawali dari "keluhan" seorang kepala bidang di Dinas Kelautan dan Perikanan (Dislakan) Kabupaten Cirebon tentang kesulitan para nelayan untuk membeli BBM setelah harganya naik.

"Harga BBM yang mahal membuat nelayan memakai minyak tanah untuk mesinnya. Padahal, minyak tanah jelas-jelas bisa membuat mesin tidak tahan lama," papar pria kelahiran Semarang yang beristrikan Anah Rohanah (44) ini.

Atas dorongan berbagai pihak, Aryanto berhasil memproduksi kembali temuan lamanya. Bahan bakar untuk mesin diesel ini dia buat dari minyak nabati dan formula bahan kimia dengan perbandingan 80:20. "Sebelumnya, pernah saya coba dengan berbagai perbandingan, tetapi
akhirnya formula ini yang paling tepat," tutur Aryanto. Untuk hasil percobaannya ini ia namai Misel, alias minyak diesel.

Ada dua macam minyak nabati yang digunakan dalam percobaan membuat Misel, yakni minyak sawit mentah dan minyak jelantah. Dua bahan ini sangat mudah didapatkan sehingga Aryanto yakin produksi dalam skala besar tidak akan dihadang kendala ketersediaan bahan baku.

"Untuk minyak sawit mentah, jelas kita termasuk negara produsen terbesar di dunia. Sedangkan untuk minyak jelantah, saya pernah mencari informasi ke beberapa pabrik makanan. Dan jumlahnya cukup besar," ungkap kakek satu cucu ini. Bahan kimia yang ia gunakan pun
bukan termasuk bahan yang langka.

Sebagai pembuktian, Aryanto sudah mengujicobakan hasil temuannya pada beberapa nelayan. Bahkan, ia pernah mencoba menggunakan Misel untuk menempuh jarak Cirebon-Muara Angke, Jakarta, dengan perahu motor. Hasilnya, Misel lebih hemat sekitar 40 persen dibandingkan dengan menggunakan solar atau minyak tanah. "Waktu itu cuma menghabiskan Misel sekitar 50 liter. Padahal, kalau memakai solar atau minyak tanah bisa habis kurang lebih 90 liter," ujar Aryanto.

Selain hemat, hasil percobaan menunjukkan, penggunaan Misel membuat mesin tidak cepat panas. Bila dipasarkan, Misel buatan Aryanto berharga Rp 3.000 per liter.

Pertengahan Juli ini, atas fasilitas Dislakan Kabupaten Cirebon Aryanto memeragakan uji coba Misel di depan para tokoh nelayan dan petani. Dislakan pun memesan 1.000 liter untuk percobaan dalam skala lebih luas. Peluang pasar pun terbuka lebar mengingat untuk skala
Kabupaten Cirebon saja kebutuhan BBM nelayan mencapai 75.000 liter per hari. Sedangkan untuk penggilingan padi dan traktor, kebutuhan bias mencapai 24.000 per hari.

Saat ini, pesanan masih dia kerjakan secara manual. Namun, di rumahnya, Jalan Ki Jaka, Kecamatan Lemahabang, Cirebon, terdapat bagan instalasi produksi Misel dalam skala besar. Kendala satu-satunya hanyalah pada ketersediaan dana. Dalam perhitungan kasar, untuk
produksi 200.000 liter per hari butuh modal sekitar Rp 2 miliar. <www.go.green2.blogspot.com>

  
Sumber : Republika on line
»»  Baca Selengkapnya...

TERSENYUMLAH.......

Tersenyum….
----------------------
----------------------
Anda ingin selalu sehat, bahagia dan positif?
Ada resep sederhana yang tidak perlu anda tebus di apotek.
Cukup dengan tersenyum anda akan menciptakan citra positif bagi diri anda dan
bagi orang lain di sekitar anda.
Semakin murah hati anda membagikan senyuman semakin besar khasiat kebaikan yang akan anda tuai.

     Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang tersenyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
     Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.
     Senyum dalam agama Islam itu adalah ibadah, karena senyum itu membuat orang menjadi indah dan enak dilihat. Sebuah senyuman yang sesungguhnya dan tulus , hampir-hampir seperti tombol ajaib yang menghidupkan rasa bersahabat pada orang lain seketika.  Salah satu alasan sederhana mengapa banyak diantara kita tidak tersenyum lebih sering atau lebih tulus adalah kebiasaan yang kita miliki untuk selalu menahan perasaan kita yang sesungguhnya! 
     Abraham Lincoln pernah mengatakan : Kebahagian tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada hidup kita, tetapi oleh cara kita bereaksi terhadap apa yang terjadi.
     Luangkan waktu bersama anak-anak. Belajarlah lebih banyak tentang tawa, spontanitas, keingintahuan, penerimaan, kegembiraan, kepercayaan, keteguhan,dan imajinasi anda. Keberadaan anak-anak adalah untuk mendidik kita.
Ia tak dapat dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri. Karena ia adalah  sesuatu yang tidak berguna  sebelum diberikan kepada orang lain. Itulah senyuman, memperkaya orang yang menerima tanpa membuat melarat orang yang memberi.
      Percayakah Anda bahwa seulas senyum dapat mengubah dunia? Senyum menyimpan kekuatan dahsyat. Sesuatu yang sulit menjadi mudah karenanya, dan yang tak mungkin menjadi bisa. Tentu yang dimaksud disini adalah senyum tulus dari hati,bukan senyum sinis atau terpaksa yang tak sedap dipandang mata.
           Senyuman yang tulus adalah  salah satu prinsip yang harus dijalani untuk meraih sukses. Carnegie mencontohkan seorang manajer personalia dari sebuah toserba di New York City memutuskan untuk memperkerjakan seorang gadis yang belum tamat sekolah namun memiliki senyuman yang menyenangkan ketimbang seorang doktor berwajah muram. Mengapa?  Karena senyum yang tulus membawa aura positif yang bisa ditularkan pada lingkungan sekitarnya. Etos kerja karyawan akan meningkat dan keuntungan perusahaan pun naik berkali lipat.
     Orang-orang Cina kuno bahkan mematri anjuran senyum dalam pepatah: “Tanpa wajah yang tersenyum, Anda tidak boleh membuka toko”. Bisa jadi, ini kunci sukses berdagang orang-orang Cina. Siapapun, termasuk Anda, tentu lebih senang berbelanja di toko yang pelayannya ramah, penuh senyuman. Walau tempatnya jauh, Anda takkan segan untuk kembali.
     Dalam Islam dikatakan: “Tersenyumlah, karena senyum itu sedekah”. Ini benar adanya. Andaikan Anda bertemu dengan seseorang yang sedang dirundung malang, lalu tersenyum tulus padanya, ketahuilah saat itu Anda tengah mengobati hatinya. Walau tak diucapkan,  sejenak orang itu melupakan masalahnya dan merasakan sebaris kebahagiaan lain yang tidak diduga. Senyuman tulus Anda ibarat setetes embun di padang gersang atau cahaya lilin di kegelapanan, selalu menyenangkan bagi yang memandangnya.
     Yang jelas, jika berhasil menjadikan senyum sebagai suatu kebiasaan, Anda berkesempatan memiliki fisik dan psikis yang sehat, disukai banyak orang,bahkan bisa “menghentikan” waktu. Usia boleh bertambah, namun raut wajah tetap kelihatan muda. Itu disebabkan untuk tersenyum hanya diperlukan 17 otot wajah yang bekerja. Sedangkan ekpresi cemberut atau sedih membutuhkan 32 otot wajah. Makanya orang-orang yang banyak ditimpa masalah dan selalu bersedih hati akan kelihatan lebih tua dari teman-teman sebayanya.
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 05 September 2012

PERTAMINA  RINTIS  BUS  DAN  KOMPOR  BERBAHAN  BAKAR  LNG. ------------------------------




Melalui anak perusahaannya  yaitu  PT Badak NGL melakukan terobosan dengan meluncurkan bus dan kompor berbahan bakar LNG. Dengan peluncuran  bus dan kompor  berbahan bakar LNG berarti merupakan titik awal pemanfaatn LNG bagi sector transportasi dan rumah tangga. Terobosan ini dilatar belakangi oleh harga minyak dunia yang terus naik, sementara pembangunan di Indonesia memerlukan BBM dalam jumlah yang luar biasa besar.
LNG dapat diperuntukkan bagi bahan bakar untuk kendaraan bus, truk, alat angkut berat untuk industri pertambangan, kapal, dan alat berat untuk industri perminyakan. Diestimasi penghematan biaya bahan bakar yang dapat digunakan, bisa mencapai sekitar 30 persen.
Penggunaan LNG untuk bahan bakar lebih ramah lingkungan dibandingkan dengan bensin dan solar, karena dapat mengurangi emisi karbon hingga 85 %. Selain itu dibandingkan dengan CNG, maka LNG memiliki densitas energy  3 kali lebih besar pada volume yang sama , sehingga memiliki jarak tempuh yang lebih panjang. LNG juga dapat disimpan dalam tekanan rendah ( 1 atmosfir ).
»»  Baca Selengkapnya...
HEMAT  KERTAS  YUK!
By: Baedoni
 -------------------------------------------------------------------------------------------------

Setiap lembaran kertas dihasilkan dari sebatang pohon. Kertas dari bahan kayu keras dibuat dari batang pohon Jati, Damar, Maple dll.
Kertas yang dibuat dari kayu pohon lunak misalnya dari pohon pinus.
Kertas dari pohon dari kayu keras lebih lembut dan enak dipakai menulis, tetapi sayang kertas kayu keras tidak sekuat kertas kayu lunak. Maka untuk mendapatkan lembaran kertas yang bagus dihasilkan dari campuran sebatang pohon berkayu keras dan pohon berkayu lunak.

BERAPA LEMBAR KERTAS YANG DIHASILKAN DARI SEBATANG POHON?
MARI KITA PERKIRAKAN DENGAN HITUNGAN BERIKUT INI :
Ada setumpuk pepohonan berkayu keras. Lebarnya 8 kaki, panjangnya 4 kaki, dan tingginya 4 kaki. 3 kaki kira-kira sama dengan 1 meter.
Apa saja yang bisa dihasilkan oleh tumpukan kayu sebanyak  ini ?
Ternyata pohon-pohon itu bisa menghasilkan 1000 - 2000 pound kertas, atau ½ - 1 ton kertas, atau 942.100 halaman buku, atau 4.384.000 perangko, atau 2700 eksemplar koran, atau...berapa eksemplar lagi halaman majalah kesayangan anda ?

JADI BERAPA BANYAK JUMLAH POHON YANG HARUS DITEBANG UNTUK MENGHASILKAN KERTAS YANG ADA DI SELURUH DUNIA ?

Silakan anda hitung sendiri...Fantastis bukan ?

Bisa dibayangkan, kalau manusia tidak menanam pohon kembali, maka hutan-hutan akan gundul dan gersang...hiiii serem ya, membayangkan bencana yang akan timbul.

Jadi, apa kita masih tega memboroskan kertas?

Kalo kita menghemat kertas, berarti menghemat : POHON, MINYAK, ENERGI LISTRIK DAN AIR.
kalau kita menghemat 1 ton kertas, berarti kita juga menghemat 13 batang pohon besar, 400 liter minyak, 4100 Kwh listrik dan 31.780 liter air. Fakta yang luar biasa !

Memang setiap orang tidak bisa menghemat kertas sebanyak 1 ton. Tetapi kalau setiap orang melakukan penghematan minimal 1 lembar kertas per hari, pasti di seluruh dunia berton-ton kertas yang dapat dihemat bukan ?

Ø  CARANYA :

-          Jangan sembarangan membuang kertas. Periksa dahulu, apakah masih bisa digunakan kembali untuk keperluan lain.

-          Kumpulkan sisa-sisa kertas yang benar-benar tidak terpakai, kemudian serahkan atau jual kembali kepada pemulung kertas. Mereka akan mengirimkan kertas bekas tersebut ke tempat daur ulang. Inilah jasa para pemulung…..

-          Bila akan ngeprint  pastikan hasil ketikan sudah sempurna. Jadi edit ketikan di komputer anda sampai pas sesuai dengan keinginan, barulah di print.

-          Bila memungkinkan print hasil kerja anda secara bolak-balik pada selembar kertas.

-          Kita bisa kok, membuat notes kecil dari kumpulan sisa-sisa kertas yang digunting rapi trus distapler. Pakai saja untuk mencatat pesan-pesan telepon yang masuk, atau untuk nota belanja.


Ayo berhemat pakai kertas. Bisa kan?

Sumber : Dari berbagai sumber

»»  Baca Selengkapnya...