Tersenyum….
----------------------
----------------------
Anda ingin selalu sehat, bahagia dan positif?
Ada resep sederhana yang tidak perlu anda tebus di apotek.
Cukup dengan tersenyum anda akan menciptakan citra positif bagi diri anda dan
bagi orang lain di sekitar anda.
Semakin murah hati anda membagikan senyuman semakin besar khasiat kebaikan yang akan anda tuai.
Dalam fisiologi, senyum adalah ekspresi wajah yang terjadi akibat bergeraknya atau timbulnya suatu gerakan di bibir atau kedua ujungnya, atau pula di sekitar mata. Kebanyakan orang tersenyum untuk menampilkan kebahagian dan rasa senang.
Senyum itu datang dari rasa kebahagian atau kesengajaan karena adanya sesuatu yang membuat dia senyum, Seseorang sendiri kalau senyum umumnya bertambah baik raut wajahnya atau menjadi lebih cantik ketimbang ketika dia biasa saja atau ketika dia marah.
Senyum dalam agama Islam itu adalah ibadah, karena senyum itu membuat orang menjadi indah dan enak dilihat. Sebuah senyuman yang sesungguhnya dan tulus , hampir-hampir seperti tombol ajaib yang menghidupkan rasa bersahabat pada orang lain seketika. Salah satu alasan sederhana mengapa banyak diantara kita tidak tersenyum lebih sering atau lebih tulus adalah kebiasaan yang kita miliki untuk selalu menahan perasaan kita yang sesungguhnya!
Abraham Lincoln pernah mengatakan : Kebahagian tidak ditentukan oleh apa yang terjadi pada hidup kita, tetapi oleh cara kita bereaksi terhadap apa yang terjadi.
Luangkan waktu bersama anak-anak. Belajarlah lebih banyak tentang tawa, spontanitas, keingintahuan, penerimaan, kegembiraan, kepercayaan, keteguhan,dan imajinasi anda. Keberadaan anak-anak adalah untuk mendidik kita.
Ia tak dapat dibeli, diminta, dipinjam, atau dicuri. Karena ia adalah sesuatu yang tidak berguna sebelum diberikan kepada orang lain. Itulah senyuman, memperkaya orang yang menerima tanpa membuat melarat orang yang memberi.
Percayakah Anda bahwa seulas senyum dapat mengubah dunia? Senyum menyimpan kekuatan dahsyat. Sesuatu yang sulit menjadi mudah karenanya, dan yang tak mungkin menjadi bisa. Tentu yang dimaksud disini adalah senyum tulus dari hati,bukan senyum sinis atau terpaksa yang tak sedap dipandang mata.
Senyuman yang tulus adalah salah satu prinsip yang harus dijalani untuk meraih sukses. Carnegie mencontohkan seorang manajer personalia dari sebuah toserba di New York City memutuskan untuk memperkerjakan seorang gadis yang belum tamat sekolah namun memiliki senyuman yang menyenangkan ketimbang seorang doktor berwajah muram. Mengapa? Karena senyum yang tulus membawa aura positif yang bisa ditularkan pada lingkungan sekitarnya. Etos kerja karyawan akan meningkat dan keuntungan perusahaan pun naik berkali lipat.
Orang-orang Cina kuno bahkan mematri anjuran senyum dalam pepatah: “Tanpa wajah yang tersenyum, Anda tidak boleh membuka toko”. Bisa jadi, ini kunci sukses berdagang orang-orang Cina. Siapapun, termasuk Anda, tentu lebih senang berbelanja di toko yang pelayannya ramah, penuh senyuman. Walau tempatnya jauh, Anda takkan segan untuk kembali.
Dalam Islam dikatakan: “Tersenyumlah, karena senyum itu sedekah”. Ini benar adanya. Andaikan Anda bertemu dengan seseorang yang sedang dirundung malang, lalu tersenyum tulus padanya, ketahuilah saat itu Anda tengah mengobati hatinya. Walau tak diucapkan, sejenak orang itu melupakan masalahnya dan merasakan sebaris kebahagiaan lain yang tidak diduga. Senyuman tulus Anda ibarat setetes embun di padang gersang atau cahaya lilin di kegelapanan, selalu menyenangkan bagi yang memandangnya.
Yang jelas, jika berhasil menjadikan senyum sebagai suatu kebiasaan, Anda berkesempatan memiliki fisik dan psikis yang sehat, disukai banyak orang,bahkan bisa “menghentikan” waktu. Usia boleh bertambah, namun raut wajah tetap kelihatan muda. Itu disebabkan untuk tersenyum hanya diperlukan 17 otot wajah yang bekerja. Sedangkan ekpresi cemberut atau sedih membutuhkan 32 otot wajah. Makanya orang-orang yang banyak ditimpa masalah dan selalu bersedih hati akan kelihatan lebih tua dari teman-teman sebayanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar