WELCOME TO DON'S WEB
Semoga ANA manfAAte.

Selasa, 04 September 2012

Sinchan vs Atheism -------------------------
-------------------------------------------------- 

Hari pertama nan indah di sebuah TK “Mawar Berduri” , Tritih  yang diasuh oleh seorang Ibu guru berjiwa Komunis.

Ibu Guru ini mulai memasuki kelas Nol besar Dan ia mulai mengajar kepada anak2 TK tersebut tentang Faham Atheisme (Faham Tidak Bertuhan).

Ia mulai mengambil sebuah penghapus papan tulis, dan mulai berkata pada anak2 TK di kelasnya itu:

" Anak-anak, penghapus papan tulis ini kelihatan gak???", sambil
tangannya mengacung-acungkan penghapus di depan kelas...

"KELIHATAAAAAN !!!", kata anak2 TK serempak dan bersemangat.

"Yang terlihat menunjukan Keber-ada-an maka,Kalau penghapus ini
kelihatan artinya penghapus ini ada nggaaak?", tanyanya lagi kepada murid muridnya.

"ADAAAAAAAA!!", kata anak2 itu penuh semangat.

Kemudian ia mulai menaruh penghapus papan tulis di meja. Ia lalu
mengambil sebuah kapur putih.
Kemudian berkata kembali pada murid-muridnya:

"Anak-anak KAPUR ini kelihatan nggaak???", sambil tangannya kembali mengacungkan kapur di depan kelas.

"KELIHATAAAAAN !!!", kata anak2 TK serempak dan bersemangat.
"Nah !! Kalau kapur ini terlihat berarti kapur ini ada...nggak?"
,tanyanya lagi kepada murid - muridnya.

"ADAAAAAAAA!!", kata anak2 TK itu semangat tanpa tedeng aling2.

Lalu sang guru mulai memasukan doktrin2 komunismenya kepada anak-anak TK tersebut.

"ANAK-ANAK ! TUHAN ITU KELIHATAN.....NGGAK????" Tanyanya lebih
semangat kepada anak muridnya.

"GAAAAAK!!", teriak murid2 dengan polosnya.

"BERARTI TUHAN ITU. ADA GAAAAAAK????" tanya Ibu Guru lagi bersemangat.

"NGGAK ADAAAAAAAA!!", kata anak2 TK itu tanpa mikir panjang.

Dipojok belakang kelas tiba2 berdiri Sinchan (murid paling badung).

Lalu ia berjalan dengan gagah ke depan kelas.
Dengan lantang dia berkata  :

"KAWAN-KAWAN OTAK IBU GURU KELIATAN.. NGGAAK???" tanyanya pada
teman-temannya sekelas.

"NGGAAAAAK!!". teriak teman-temannya langsung dengan suara keras.

Kemudian ia bertanya lagi:

"BERARTI OTAK IBU GURU ADA NGGAAAAAAK??? "

"NGGAK ADAAAAAAAA!! ", jawab teman-temannya.
»»  Baca Selengkapnya...
MENANAM POHON = MENYELAMATKAN  HIDUP MANUSIA
 --------------------------------------
Pohon merupakan sumber dari melimpahnya oksigen bagi kehidupan. Oksigen merupakan kebutuhan penting bagi siklus kehidupan. Manusia yang bernafas tentunya membutuhkan oksigen untuk membakar berbagai kalori didalam tubuh. Manusia tidak akan dapat hidup tanpa adanya oksigen, sehingga kebutuhan oksigen menandakan adanya kehidupan suatu makhluk. Penghasil oksigen di alam ini adalah berasal dari pohon dan tumbuhan.
Pohon dan tumbuhan menghasilkan oksigen melalui fotosintesa dari sinar matahari yang diserap oleh klorofil/zat hijau daun. Kemudian pohon itu melakukan proses respirasi/pernafasan yang pada waktu pagi hingga sore mengeluarkan oksigen dan malam hari mengeluarkan karbondioksida. Semakin banyak pohon yang tumbuh, maka semakin banyak oksigen yang melimpah bagi kehidupan sekitar. Jadi, betapa pentingnya pohon bagi kehidupan termasuk bagi kehidupan manusia.
»»  Baca Selengkapnya...

Senin, 03 September 2012

http://www.greenpeace.org/seasia/id/

Di seluruh dunia, hutan-hutan alami sedang dalam krisis. Tumbuhan dan binatang yang hidup didalamnya terancam punah. Dan banyak manusia dan kebudayaan yang menggantungkan hidupnya dari hutan juga sedang terancam. Tapi tidak semuanya merupakan kabar buruk. Masih ada harapan untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan menyelamatkan mereka yang hidup dari hutan.Hutan purba dunia sangat beragam. Hutan-hutan ini meliputi hutan boreal-jenis hutan pinus yang ada di Amerika Utara, hutan hujan tropis, hutan sub tropis dan hutan magrove. Bersama, mereka menjaga sistem lingkungan yang penting bagi kehidupan di bumi. Mereka mempengaruhi cuaca dengan mengontrol curah hujan dan penguapan air dari tanah. Mereka membantu menstabilkan iklim dunia dengan menyimpan karbon dalam jumlah besar yang jika tidak tersimpan akan berkontribusi pada perubahan iklim.
Hutan-hutan purba ini adalah rumah bagi jutaan orang rimba yang untuk bertahan hidup bergantung dari hutan-baik secara fisik maupun spiritual.
Hutan-hutan ini juga merupakan rumah bagi duapertiga dari spesies tanaman dan binatang di dunia. Yang berarti ratusan ribu tanaman dan pohon yang berbeda jenis dan jutaan serangga-masa depan mereka juga tergantung pada hutan-hutan purba.
Hutan-hutan purba yang menakjubkan ini berada dalam ancaman. Di Brazil saja, lebih dari 87 kebudayaan manusia telah hilang; pada 10 hingga 20 tahun kedepan dunia nampaknya akan kehilangan ribuan spesies tanaman dan binatang. Tapi ada kesempatan terakhir untuk menyelamatkan hutan-hutan ini dan orang-orang serta spesies yang tergantung padanya
»»  Baca Selengkapnya...

Minggu, 02 September 2012

Kebanyakan Manusia Hanya Pakai 1 Persen Kemampuan Otak  ---------------------------

Otak manusia terdiri dari 100 miliar hingga 1 triliun sel-sel neuron, yang bila dioptimalkan akan dapat berfungsi dengan sangat luar biasa. Sayangnya, kebanyakan manusia hanya menggunakan 1 persen dari kemampuan otak, sedangkan 99 persen sisanya hanya menjadi neuron tidur.
Berat keseluruhan otak manusia dewasa tidak lebih dari 1,5 kg (atau hanya 1300-1400 gram) dengan sel-sel (neuron) mencapai 100 miliar hingga 1 triliun. Berat otak hanya sekitar 2,5 persen dari berat keseluruhan manusia, namun 25 persen pasokan makanan harus dialihkan ke otak.
Otak juga merupakan aset paling penting dari tubuh manusia. Neuron bisa diibaratkan chip pada prosesor yang menjadi bagian paling penting dari komputer. Sayangnya, kebanyakan orang hanya memanfaatkan 1 persen dari kemampuan otaknya.
"Kebanyakan manusia hanya menggunakan 1 persen dari kemampuan otaknya, sedangkan 99 persen sisanya tidak digunakan dan menjadi neuron tidur," jelas dr Muhammad Akbar, Sp.S, Ph.D, Ketua Bagian Saraf Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, dalam acara Seminar Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia melalui Brain Development Kemenkes, di Hotel Peninsula, Jakarta, Selasa (6/12/2011).
Bila dibandingkan, lebah hanya memiliki 7.000 neuron otak atau sekitar 42,8 juta kali dari neuron otak manusia. Bila dengan 7.000 sel otak saja lebah mampu melakukan hal-hal yang luar biasa dahsyat, apalagi manusia.
"Jika Anda punya otak hebat tapi hanya dimanfaatkan 1 persen saja, artinya sama saja dengan Anda membeli komputer pentium 7 tapi hanya dipakai untuk aplikasi word, itu tidak akan terlihat sama dengan orang yang punya komputer pentium 1. Komputer pentium 1 dan 7 akan tampak berbeda bila Anda gunakan untuk menginstal multimedia, baru akan terlihat cepat lambatnya," lanjut dr Akbar.
dr Akbar menuturkan, neuron-neuron otak yang tidur sebenarnya bisa diaktifkan kembali bila Anda rajin memberikan stimulus atau rangsangan. Selalu membuat otak berpikir adalah salah satu contoh rangsangan otak.
"Potensi otak dipengaruhi koneksi antar sel. Memberi stimulasi akan memperbanyak hubungan antar sel otak," tegas dr Akbar.
Bila 99 persen sisa neuron otak yang tidur kembali diaktifkan, maka Anda bisa menjadi penuntut ilmu yang lebih baik, pengingat yang handal, berpikir dan memahami dengan lebih cepat dan menjadi manusia yang sangat kreatif.
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 31 Agustus 2012

RADIKAL  BEBAS DALAM TUBUH KITA
 ---------------------------
Radikal bebas adalah molekul yang kehilangan elektron, sehingga molekul tersebut menjadi tidak stabil dan selalu berusaha mengambil elektron dari molekul atau sel lain. Radikal bebas dapat dihasilkan dari hasil metabolisme tubuh dan faktor eksternal seperti asap rokok, hasil penyinaran ultra violet, zat kimiawi dalam makanan dan polutan lain. Penyakit yang disebabkan oleh radikal bebas bersifat kronis, yaitu dibutuhkan waktu bertahun-tahun untuk penyakit tersebut menjadi nyata. Contoh penyakit yang sering dihubungkan dengan radikal bebas adalah serangan jantung,kanker, katarak dan menurunnya fungsi ginjal. Untuk mencegah atau mengurangi penyakit kronis karena radikal bebas diperlukan antioksidan.
Sebenarnya, tubuh manusia dapat menetralisir radikal bebas ini, hanya saja bila jumlahnya terlalu berlebihan, maka kemampuan untuk menetralisirnya akan semakin berkurang. Merokok, misalnya, adalah kegiatan yang secara sengaja memasukkan berbagai racun kimiawi yang bersifat radikal bebas ke dalam tubuh. Tubuh manusia didesain untuk menerima asupan yang bersifat alamiah, sehingga bila menerima masukan seperi asap rokok, akan berusaha untuk mengeluarkan berbagai racun kimiawi ini dari tubuh melalui proses metabolisme, tetapi proses metabolisme ini pun sebenarnya menghasilkan radikal bebas. Pada intnya, kegiatan merokok sama sekali tidak berguna bagi tubuh, walau pun dapat ditemui perokok yang berusia panjang.
Radikal bebas yang mengambil elektron dari sel tubuh manusia dapat menyebabkan perubahan struktur DNA sehingga timbullah sel-sel mutan. Bila perubahan DNA ini terjadi bertahun-tahun, maka dapat menjadi penyakit kanker. Tubuh manusia, sesungguhnya dapat menghasilkan antioksidan tetapi jumlahnya sering sekali tidak cukup untuk menetralkan radikal bebas yang masuk ke dalam tubuh. Atau sering sekali, zat pemicu yang diperlukan oleh tubuh untuk menghasilkan antioksidan tidak cukup dikonsumsi. Sebagai contoh, tubuh manusia dapat menghasilkan Glutathione, salah satu antioksidan yang sangat kuat, hanya saja, tubuh memerlukan asupan vitamin C sebesar 1.000 mg untuk memicu tubuh menghasilkan glutahione ini. Keseimbangan antara antioksidan dan radikal bebas menjadi kunci utama pencegahan stres oksidatif dan penyakit-penyakit kronis yang dihasilkannya.

Proses Penuaan
Pada umumnya semua sel jaringan organ tubuh dapat menangkal serangan radikal bebas karena di dalam sel terdapat sejenis enzim khusus yang mampu melawannya, tetapi karena manusia secara alami mengalami degradasi atau kemunduran seiring dengan peningkatan usia, akibatnya pemunahan radikal bebas tidak dapat terpenuhi dengan baik, maka Kerusakan jaringan terjadi secara perlahan-lahan. Contohnya: di kulit menjadi keriput karena kehilangan elastisitas jaringan kolagen serta otot, terjadinya bintik pigmen kecoklatan /flek pikun, parkinson, Alzheimer karena dinding sel saraf yang terdiri dari asam lemak tak jenuh ganda merupakan serangan empuk dari radikal bebas.

Anti Oksidan
Ketika anti oksidan menyerang radikal bebas, mereka saling berikatan ,dan bersatu. Selanjutnya terbentuk radikal bebas yang baru yang relatif lemah dan tidak membahayakan.
VITAMIN A Vitamin A larut dalam lemak, dilaporkan dapat bereaksi dengan radikal bebas melalui struktur ikatan rangkapnya .
VITAMIN E Vitamin E adalah anti oksidan yang larut dalam lemak ,yang perlu ditambahkan dalam makanan. Cara kerja Vitamin E sebagai anti oksidan adalaha Vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas. Oksidasi dari lipoprotein ini merupakan langkah awal pembentukan: Atherosclerosis ,pengerasan pembuluh darah dan berperan pada kerusakan hati
VITAMIN C Vitamin C larut dalam air, tidak dapat dibentuk oleh tubuh jadi harus dari makanan atau supplement ( buah-buahan dan sayuran). Vitamin C ini secara kuat dapat melemahkan radikal bebas serta mempunyai peran yang sangat penting dalam meningkatkan system kekebalan tubuh. Vitamin C dan vitamin E berjalan di seluruh tubuh bersama molekul yang namanya Lipoprotein, dan dapat melindunginya dari oksidasi sehingga tidak terbentuk radikal bebas.
SELENIUM Selenium terdapat di air minum, brokoli, kuning telur, bawang merah, bawang putih dan anggur merah Sebenarnya selenium bukan antioksidan tetapi berguna untuk produksi enzym-enzym yang berfungsi sebagai antioksidan
Dampak Penggabungan Antioksidan
Di Packer Laboratorium, menemukan bahwa beberapa antioksidan bila digabung mempunyai kemampuan yang lebih kuat. Contohnya: ketika vitamin E tidak berdaya terhadap radikal bebas, akan dengan sendirinya menjadi radikal bebas yang lemah, kemudian vitamin E dapat didaur ulang sehingga kembali menjadi vitamin E lewat bantuan Vitamin C. Kerja sama tersebut dengan cara mennyumbangkan electron ke vitamin E sehingga dapat kembali menjadi anti oksidan. Jadi kerjasama tersebut bermaksud untuk melindungi sesama anti oksidan agar tidak teroksidasi, siklus ini berjalan terus, dan dapat memelihara tubuh dari keseimbangan anti oksidan Selenium juga dapat bekerjasama secara sinergis dengan vitamin E sehingga mempunyai effek yang lebih kuat lagi
»»  Baca Selengkapnya...

Atap yang terpelihara

------------------------------


"Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang ada padanya." (Al Qur'an, 21:32)
Sifat langit ini telah dibuktikan oleh penelitian ilmiah abad ke-20.
Benda-benda langit yang berlalu lalang di ruang angkasa (meteor) dapat menjadi ancaman serius bagi Bumi. Tapi Allah, Pencipta Maha Sempurna, telah menjadikan atmosfir sebagai atap yang melindungi bumi. Berkat pelindung istimewa ini, kebanyakan meteorid tidak mampu menghantam bumi karena terlanjur hancur berkeping-keping ketika masih berada di atmosfir
Atmosfir yang melingkupi bumi berperan sangat penting bagi berlangsungnya kehidupan. Dengan menghancurkan sejumlah meteor, besar ataupun kecil ketika mereka mendekati bumi, atmosfir mencegah mereka jatuh ke bumi dan membahayakan makhluk hidup.
Atmosfir juga menyaring sinar-sinar dari ruang angkasa yang membahayakan kehidupan. Menariknya, atmosfir hanya membiarkan agar ditembus oleh sinar-sinar tak berbahaya dan berguna, - seperti cahaya tampak, sinar ultraviolet tepi, dan gelombang radio. Semua radiasi ini sangat diperlukan bagi kehidupan. Sinar ultraviolet tepi, yang hanya sebagiannya menembus atmosfir, sangat penting bagi fotosintesis tanaman dan bagi kelangsungan seluruh makhluk hidup. Sebagian besar sinar ultraviolet kuat yang dipancarkan matahari ditahan oleh lapisan ozon atmosfir dan hanya sebagian kecil dan penting saja dari spektrum ultraviolet yang mencapai bumi.
Fungsi pelindung dari atmosfir tidak berhenti sampai di sini. Atmosfir juga melindungi bumi dari suhu dingin membeku ruang angkasa, yang mencapai sekitar 270 derajat celcius di bawah nol.
»»  Baca Selengkapnya...
Penerbangan Antarbenua Perdana Pesawat Tenaga Surya-------
Pesawat eksperimen "Solar Impulse" lepas landas untuk penerbangan antarbenua pertama dari Payerne, Swiss, ke Rabat, Maroko pada 24 Mei. Prototipe pesawat tanpa BBM ini akan transit di Madrid, Spanyol untuk pengecekan teknis dan pergantian pilot. Proyek Solar Impulse bertujuan untuk mengelilingi dunia dengan pesawat hanya bertenaga surya, dengan lebar sayap 63,4 meter
»»  Baca Selengkapnya...

Kamis, 30 Agustus 2012

Subhanallah, Inilah Mukjizat Laba-laba


REPUBLIKA.CO.ID,  Sekelompok peneliti yang diketuai oleh pakar biomekanika Andrew Martin dari Institute for Technical Zoology and Bionics -- sebuah lembaga yang berbasis di Bremen, Jerman -- meneliti kaki seekor laba-laba pelompat berukuran kecil (Evarcha arcuata) dengan menggunakan mikroskop elektron.

Para pakar itu menemukan serangkaian rambut-rambut panjang (setae) di bawah telapak kaki laba-laba itu. Di bagian permukaan ujung bawah atau bagian telapak dari masing-masing rambut ini tertutupi oleh rambut-rambut yang jauh lebih kecil lagi (setule) dengan ujung berbentuk segitiga.

Untuk memastikan jenis gaya tarik-menarik yang berperan, para ilmuwan tersebut mengukur gaya tarik-menarik antara kaki laba-laba dengan sebuah batang kecil, serta menggunakan cara yang lebih sering diterapkan dalam ilmu bahan.

Menurut Harun Yahya, penghitungan  para ilmuwan tersebut menunjukkan bahwa seekor laba-laba yang bergantung pada langit-langit dengan penempelan 600.000 setule menghasilkan gaya tarik-menarik yang mampu menahan 173 kali bobot badannya sendiri.

''Setelah menafsirkan hasil ini, Martin menyimpulkan bahwa laba-laba tersebut menempel pada permukaan melalui gaya-gaya van der Walls (gaya tarik-menarik elektrostatik antarmolekul yang terpisah pada jarak 1/1.000.000 milimeter),'' ujar Harun Yahya.

Gaya-gaya van der Waals bergantung hanya pada jarak antara dua benda dan tidak dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Oleh karena itu, cara yang digunakan laba-laba ini untuk menempel pada dinding dapat ditiru dalam pembuatan bahan seperti kertas catatan yang dapat menempel ketika basah, dan seragam ruang angkasa yang dapat melekat pada permukaan di ruang angkasa. (Rambut-rambut ini tidak hanya ditemukan pada laba-laba. Dari sebuah penelitian di tahun 2002 diketahui bahwa tokek juga menempel pada permukaan dengan menggunakan gaya-gaya van der Waals.)

''Untuk seekor laba-laba, berjalan pada permukaan langit-langit merupakan keahlian hebat yang mengagumkan,'' tutur Harun yahya.

Yang lebih mengejutkan lagi, kata dia, bagaimana keahlian bergantung pada 600 ribu rambut halus ini dapat terjadi. Rata-rata terdapat sekitar 100 ribu rambut pada kepala manusia, sebaliknya, enam kali lipat jumlah ini terdapat pada telapak kaki laba-laba yang ukurannya jauh lebih kecil daripada kepala manusia.

Keberadaan sedemikian banyak rambut-rambut berukuran teramat kecil pada tempat dengan luasan yang sedemikian kecil menyingkapkan adanya kehebatan desain mikro. Yang mengejutkan lagi adalah bahwa rambut-rambut ini tidak asal ditemukan pada bagian mana pun dari tubuh sang laba-laba, melainkan pada telapak kaki-kakinya.

Informasi genetik mengenai bentuk dan rancangan rambut-rambut ini terdapat pada DNA sang laba-laba, dan sel-sel pada telapak kakinya membuat dan menumbuhkan rambut-rambut tersebut mengikuti perancangan desain ini.

Sudah pasti mustahil bagi seekor laba-laba untuk membuat desain itu sendiri. Tidak ada laba-laba yang dapat berpikir untuk menerapkan gaya-gaya van der Waals dengan melakukan pengukuran gaya elektrostatik agar dapat berjalan pada permukaan langit-langit. Laba-laba tidak pula mampu membuat dan menumbuhkan rambut-rambut pada kakinya sendiri.

Jelaslah bahwa semua ini telah secara khusus dirancang untuk tujuan tertentu. Bahkan, nama jurnal yang menerbitkan hasil penelitian tentang bidang ini merupakan sebuah petunjuk teramat penting tentang hal ini: Smart Materials and Structures [Bahan dan Struktur Cerdas], 19 April 2004.

Para ilmuwan bertujuan memecahkan permasalahan yang ditemui di dunia industri melalui ilham yang bersumberkan dari desain di alam. Gagasan tentang "smart materials" [bahan cerdas] adalah sebuah bidang kajian yang dengannya para ilmuwan menggambarkan bahan-bahan yang mereka gunakan dalam upaya pengembangan produk dengan sesedikit mungkin kesulitan.

Cara yang dilakukan para ilmuwan ini dalam pengkajian secara terinci dan penggunaan kaki laba-laba dalam penelitian mereka merupakan petunjuk jelas bahwa terdapat perancangan cerdas pada kaki laba-laba.

Dengan demikian, kemampuan sang laba-laba berjalan pada permukaan langit-langit juga muncul sebagai hasil karya sebuah penciptaan istimewa. Tidak ada keraguan bahwa Allahlah, Tuhan seluruh sekalian alam, Yang telah menciptakan sang laba-laba dan memberinya kemampuan berjalan pada permukaan langit-langit. Allah menyatakan dalam sebuah ayat Alquran:

''Dan Allah telah menciptakan semua jenis hewan dari air, maka sebagian dari hewan itu ada yang berjalan di atas perutnya dan sebagian berjalan dengan dua kaki sedang sebagian (yang lain) berjalan dengan empat kaki. Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.'' (QS. An Nuur, 24:45)
»»  Baca Selengkapnya...


Diriwayatkan oleh Imam Bukhari Rahimahullah dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lbh dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini yaitu Sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Mereka bertanya Ya Rasulullah tidak juga jihad fi sabilillah? Beliau menjawab Tidak juga jihad fi sabilillah kecuali orang yg keluar dgn jiwa dan hartanya kemudian tidak kembali dgn sesuatu apapun.” Imam Ahmad Rahimahullah meriwayatkan dari Umar Radhiyallahu anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Tidak ada hari yg paling agung dan amat dicintai Allah utk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil takbir dan tahmid.”

Macam-Macam Amalan yg disyariatkan :
Ø   Melaksanakan Ibadah Haji dan Umrah .  Amal ini adl amal yg paling utama berdasarkan berbagai hadits shahih yg menunjukkan keutamaannya antara lain sabda Nabi Shallallahu alaihi wa sallam “Dari umrah ke umrah adl tebusan di antara keduanya dan haji yg mabrur balasannya tiada lain adl Surga.”
Ø   Berpuasa selama hari-hari tersebut atau pada sebagiannya terutama pada hari Arafah.
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Abu Qatadah Rahimahullah bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Berpuasa pada hari Arafah krn mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
Ø   Takbir dan Dzikir pada Hari-Hari Tersebut .  Sebagaimana firman Allah Ta’ala “.. dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yg telah ditentukan ..”. . Para ahli tafsir menafsirkannya dgn sepuluh hari dari bulan Dzul Hijjah. Karena itu para ulama menganjurkan utk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut berdasarkan hadits dari Ibnu Umar Radhiyallahu ‘Anhuma “Maka perbanyaklah pada hari-hari itu tahlil takbir dan tahmid”. . Imam Bukhari Rahimahullah menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhum keluar ke pasar pada sepuluh hari tersebut seraya mengumandangkan takbir lalu orang-orang pun mengikuti takbirnya.
Dan Ishaq Rahimahullah meriwayatkan dari fuqaha’ tabiin bahwa pada hari-hari ini mengucapkan “Allahu Akbar Allahu Akbar Laa Ilaha Ilallah wa-Allahu Akbar Allahu Akbar wa Lillahil Hamdu” Artinya “Allah Maha Besar Allah Maha Besar Tidak ada Ilah Yang Haq selain Allah. Dan Allah Maha Besar Allah Maha Besar segala puji hanya bagi Allah”. Dianjurkan utk mengeraskan suara dalam bertakbir ketika berada di pasar rumah jalan masjid dan lain-lainnya. Sebagaimana firman Allah “Dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yg diberikan kepadamu ..”.
Tidak dibolehkan mengumandangkan takbir bersama-sama yaitu dgn berkumpul pada suatu majlis dan mengucapkannya dgn satu suara . Hal ini tidak pernah dilakukan oleh para Salaf. Yang menurut sunnah adl masing-masing orang bertakbir sendiri-sendiri. Ini berlaku pada semua dzikir dan do’a kecuali krn tidak mengerti sehingga ia harus belajar dgn mengikuti orang lain. Dan diperbolehkan berdzikir dgn yg mudah-mudah. Seperti takbir tasbih dan do’a-do’a lainnya yg disyariatkan.
Ø   Taubat serta Meninggalkan Segala Maksiat dan Dosa Sehingga akan mendapatkan ampunan dan rahmat. Maksiat adl penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah dan keta’atan adl penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya. Disebutkan dalam hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu bahwasanya Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Sesungguhnya Allah itu cemburu dan kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yg diharamkan Allah terhadapnya” .
Ø   Memperbanyak Beramal Shalih Berupa ibadah sunat seperti shalat sedekah , jihad membaca Al-Qur’an amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya. Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipatgandakan pahalanya. Bahkan amal ibadah yg tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lbh utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun merupakan amal ibadah yg utama sekalipun jihad yg merupakan amal ibadah yg amat utama kecuali jihad orang yg tidak kembali dgn harta dan jiwanya.
Ø   Disyariatkan pada Hari-Hari Itu Takbir Muthlaq Yaitu pada tiap saat siang ataupun malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad yaitu yg dilakukan tiap selesai shalat fardhu yg dilaksanakan dgn berjama’ah; bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Zhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat Ashar pada hari Tasyriq.
Ø   Berkurban pada Hari Raya Qurban dan Hari-Hari Tasyriq .  Hal ini adl sunnah Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dgn sembelihan yg agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam “Berkurban dgn menyembelih dua ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yg menyembelihnya dgn menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau di sisi tubuh domba itu”. .
Ø   Dilarang Mencabut atau Memotong Rambut dan Kuku bagi Orang yg Hendak Berkurban Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘Anha bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda “Jika kamu melihat hilal bulan Dzul Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban maka hendaklah ia menahan diri dari rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain “Maka janganlah ia mengambil sesuatu dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”. Hal ini mungkin utk menyerupai orang yg menunaikan ibadah haji yg menuntun hewan kurbannya. Firman Allah ” … dan jangan kamu mencukur kepalamu sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan..” Larangan ini menurut zhahirnya hanya dikhususkan bagi orang yg berkurban saja tidak termasuk istri dan anak-anaknya kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya meskipun terdapat beberapa rambutnya yg rontok.
Melaksanakan Shalat Idul Adha dan mendengarkan Khutbahnya .  Setiap muslim hendaknya memahami hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adl hari bersyukur dan beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan kesombongan; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam kemungkaran seperti; nyanyi-nyanyian main judi mabuk-mabukan dan sejenisnya. Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yg dilakukan selama sepuluh hari.
»»  Baca Selengkapnya...

Rabu, 29 Agustus 2012

Derita Abadi Karena Dengki----------------------

Gelang di tangan orang yang hendak dirampas tidak dapat, cincin di jari sendiri terlucut hilang. Begitulah peribahasa Melayu menggambarkan keadaan orang yang menyimpan rasa dengki. Harapan ingin mendapatkan milik orang tak didapatkan, namun sesuatu yang menjadi milik sendiri dikorbankan. Karena sejatinya pendengki selalu rugi, tak ada keuntungan sedikitpun bagi pendengki. Bahkan, gambaran peribahasa tersebut belum cukup menggambarkan total kerugian orang yang dialami orang yang terjangkiti penyakit dengki.
Derita Para Pendengki
Tak ada yang lebih patut dikasihani melebihi orang yang menderita penyakit dengki. Jika umumnya manusia berpikir dan berbuat untuk sesuatu yang menguntungkan dirinya, atau sekedar menyenangkan hatinya, tidak demikian halnya dengan pendengki. Tak ada keuntungan sedikitpun yang dihasilkan pendengki. Tak ada pula kesenangan hati yang dipanen oleh orang yang hasud.
Kerisauan hati yang tak putus-putus, dialami oleh pendengki saat melihat orang lain mendapat nikmat. Semakin banyak nikmat disandang orang lain, makin menguat gelisah hati pendengki. Ini tidak akan berakhir hingga nikmat tersebut hilang dari orang yang didengki, bahkan terkadang belum terobati juga rasa dengki itu sebelum orang yang didengki tertimpa banyak kerugian. Dari sini kita tahu, betapa jahat seorang pendengki, ia tidak rela melihat orang lain bahagia, sebaliknya ia bersuka cita melihat orang lain bergelimang lara. Allah Ta’ala menggambarkan sikap dengki ini dalam firmanNya, “Bila kamu memperoleh kebaikan, maka hal itu menyedihkan mereka, dan kalau kamu ditimpa kesusahan maka mereka girang karenanya.” (QS. Ali Imran: 120)
Berbeda dengan kesedihan atau musibah yang dialami oleh orang yang bersabar, kegalauan yang terus menerus dirasakan oleh pendengki adalah musibah berat yang sama sekali tidak mendatangkan pahala, bahkan berpotensi menggerogoti kebaikan, sebagaimana api melalap kayu bakar yang telah kering.
Nabi SAW bersabda,
“Hindarilah oleh kalian hasad, karena hasad bisa memakan kebaikan sebagaimana api melalap kayu bakar.” (HR Abu Dawud)
Maksud memakan kebaikan adalah menghilangkannya, membakarnya dan menghapus pengaruhnya, seperti yag disebutkan dalam Kitab Faidlul Qadiir. Ini juga menunjukkan bahwa kebaikan itu bisa sirna dalam sekejap jika terbakar oleh kedengkian. Makin besar api kedengkian, makin cepat melalap habis kebaikan. Al-Manawi di dalam at-Taisir bi Syarhi al-Jami’is Shaghir menjelaskan sebab dihilangkannya kebaikan pendengki adalah, “karena orang yang dengki itu berarti menganggap Allah Ta’ala jahil, tidak bisa memberikan sesuatu sesuai dengan proporsinya.” Ia menganggap Allah salah dalam mengalamatkan nikmat dan karunia. Seakan ia lebih tahu dari Allah tentang siapa yang lebih layak untuk mendapatkannya. Sehingga layaklah pendengki dihilangkan kebaikan-kebaikannya. Sungguh rugi para pendengki, selalu risau di dunia, terancam bangkrut di akhirat.
Membahayakan Diri dan Orang Lain
Efek kedengkian semakin parah ketika pendengki berambisi melampiaskan kedengkiannya. Makin kuat kedengkian dan ambisi melampiaskan, makin besar pula dosa dan bahaya yang ditimbulkan. Baik mengenai diri sendiri, maupun orang lain. Bahkan dosa pertama yang dilakukan oleh iblis disebabkan oleh dengki. Dia menganggap dirinya lebih layak mendapat penghormatan daripada Adam. Karenanya, Iblis berani menentang perintah Allah yang menyuruhnya bersujud. Jadilah iblis sebagai makhluk yang terkutuk, dan dipastikan bakal menempati neraka selamanya. Kedengkian berlanjut, Iblis berusaha dan akhirnya berhasil menggelincirkan Adam. Belum puas, Iblis bersumpah untuk menggoda dan menyesatkan semua keturunan Adam selagi mampu. Dari sini lahirlah segala bentuk kemaksiatan dan dosa yang merupakan syi’ar Iblis dan siasatnya untuk menjerumuskan anak Adam. Sekali lagi, ini bermula dari hasad. Maka hendaknya orang yang menaruh kedengkiannya kepada saudaranya segera menyudahi, sebelum melahirkan segala bentuk dosa yang belum terbayangkan sebelumnya.
Pembunuhan pertama yang terjadi di jagad raya yang dilakukan oleh Qabil terhadap Habil juga disebabkan oleh dengki. Qabil tak bisa menerima kenyataan atas nikmat yang dianugerahkan Allah kepada Habil, saudara kembarnya. Dari sebab yang sepele ini, ketika dipicu oleh dengki, akhirnya berujung kepada pembunuhan yang dilakukan Qabil terhadap saudaranya.
Dan memang, umumnya kedengkian tertuju kepada orang-orang terdekat, saudara, keluarga, teman sejawat, tetangga dan orang-orang yang memiliki ikatan tertentu dengannya. Sebab rasa dengki itu timbul karena saling ingin mendapatkan satu tujuan. Dan itu tak akan terjadi pada orang-orang yang saling berjauhan, karena pada keduanya tidak ada kepentingan yang mengikat satu sama lain.
Bila Hati Bersih dari Rasa Dengki
Kedengkian bermuara dari hubbud dunya, gandrung terhadap dunia. Baik berupa gila tahta sehingga ia dengki terhadap siapapun yang sedang memegang suatu posisi jabatan yang diinginkan. Atau karena ta’azzuz, gila hormat dan merasa diri lebih mulia. Ia keberatan bila ada orang lain lebih dihormati dari dirinya.
Bagi orang yang memiliki orientasi akhirat, juga ingin damai hatinya di dunia, tentu rasa dengki di hati segera dicampakkannya. Karena tak ada untungnya hati mendengki. Jika ternyata yang kita dengki akhirnya masuk jannah, maka bagaimana mungkin kita sakit hati dan dengki kepada orang yang ternyata menjadi penghuni jannah. Jika ternyata yang didengki masuk neraka, buat apa kita kita iri atas nikmat yang disandang oleh orang yang berakhir dengan pendertaan selamanya. Seperti yang diungkapkan oleh Muhammad bin Sirin, “Apa untungnya saya mendengki orang atas sesuatu dari nikmat dunia, jika ia ahli jannah, maka bagaimana saya akan mendengkinya padahal ia ahli jannah? dan jika ia ahli neraka maka untuk apa dengki terhadap orang yang bakal masuk neraka?”
Bersihnya hati dari rasa dengki juga menjadi andalan amal Saad bin Abi Waqas, sehingga dijanjikan Nabi masuk jannah.
Sahabat Anas bin Malik RDL bercerita, Ketika kami sedang bermajlis bersama Nabi SAW, tiba-tiba belia bersabda, “Sekarang, akan muncul di tengah-tengah kalian salah seorang penghuni jannah.” Tak lama kemudian, seorang Sahabat Anshar di hadapan para sahabat dengan kondisi jenggotnya mengalirkan air bekas wudhunya, kejadian itu terjadi sampai tiga hari. Pada hari ketiga, ia diikuti oleh Abdullah bin Umar ke rumahnya, dengan maksud untuk mengetahui kelebihan amal yang dilakukan orang itu. Akan tetapi Abdullah bin Umar tidak mendapatkan sesuatu yang istimewa pada amalan orang itu.Karena penasaran, beliau bertanya tentang amalan yang menjadi unggulannya. Sahabat Anshar itu menjawab, “Saya tidak memiliki kelebihan apa-apa selain yang kamu lihat. Hanya saja, tidak ada dalam hatiku rasa dendam terhadap sesama muslim dan tidak punya rasa iri (hasad) terhadap sesuatu yang Allah telah berikan kepadanya.”
Allah juga memuji kelebihan sahabat Anshar yang tidak mendengki atas kaum Muhajirin yang mendapatkan banyak keistimewaan,
“Dan mereka (Anshar) tiada menaruh keinginan dalam hati mereka terhadap apa-apa yang diberikan kepada mereka (Muhajirin); dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka dalam kesusahan.” (QS. Al-Hasyr 9)
Para ulama ahli tafsir menjelaskan, yang dimaksud dengan,
Yakni, tidak terdapat dalam hati mereka rasa iri dan dengki atas nikmat Allah yang telah diberikan kepada kaum muhajirin, berupa kedudukan, tingkatan, dan penyebutan yang mendahulukan Muhajirin ketimbang penyebutan Anshar.
Ya Allah jagalah hati kami dari sifat iri dan dengki. Amien.
»»  Baca Selengkapnya...
Ketergesaan yang Diwajibkan----------------------

“Dan bersegeralah kalian kepada ampunan dari Rabb kalian dan surga yang luasnya seluas langit dan bumi, yang disiapkan untuk orang-orang yang bertakwa.” (Ali Imran [3]: 133).
Ketergesaan dalam hampir semua hal akan berakibat buruk bagi para pelakunya, bahkan ada sebuah kalimat yang sering kita dengar “ketenangan adalah kebahagiaan dan ketergesaan adalah penyesalan.”
Namun ada ketergesaan yang diwajibkan, bukan tergesa-gesa tanpa arah dan tujuan, bukan tergesa-gesa tanpa mengindahkan aturan, tapi tergesa-gesa dalam melakukan amal shalih.
Tasarru’, atau ketergesaan dalam beramal shalih sangat dianjurkan dalam Islam, bahkan akan menjadi wajib.
Seruan untuk tergesa-gesa dalam menjemput ampunan Allah Subhanahu wa Ta’ala (SWT) dan menjemput surga-Nya, bukan seruan yang menjerumuskan manusia dalam penyesalan dan kehancuran. Bahkan seruan itu memberi jalan kepada kebahagiaan dan surga, membawa manusia kepada antusiasme dan semangat juang yang tinggi. Seruan itu memberikan jalan untuk mencapai syahadah.
Seruan itu ditujukan bagi orang-orang yang bertakwa, orang-orang yang digambarkan oleh Khalifah Umar Radliyallahu ‘anhu (RA) seperti orang yang berjalan di jalan penuh onak dan duri, yang siap menancapi kaki-kaki telanjang yang menginjaknya. Orang-orang yang digambarkan oleh Khalifah Ali bin Abi Thalib sebagai manusia yang mengimani al-Qur’an yang diturunkan (at-tanzil), dan ridha terhadap ketentuan Allah di dunia (qalil), dan orang yang mempersiapkan diri untuk perjalanan yang jauh menuju akhirat (rahil).
Menyambut ampunan, menyambut surga dan menyambut seruan Allah SWT, harus dilakukan dengan segera, lebih cepat dari mengantarkan jenazah ke liang lahat, lebih cepat dari membayar hutang, bahkan harus lebih cepat dari seorang mempelai mendatangi pasangannya.
Tindakan bersegera dalam menyambut ampunan akan berujung pada puncak kebahagiaan, kenikmatan tiada-tara dan kepuasan lahir dan batin, karena balasanya adalah akhirat yang kekal dan abadi. Sementara ketergesaan pada urusan lain seringkali berujung pada penyesalan, keburukan, atau hanya memberi manfaat yang sangat sedikit, di dunia semata. Sungguh sangat berbeda antara bumi dan langit.
Seruan serupa juga dilakukan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam (SAW) yang mulia, manusia yang selalu menyambut dengan gegap gempita setiap panggilan Allah SWT, bersama sahabat-sahabat yang mulia.
Sebuah seruan yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: “Bersegeralah kalian dalam amal shalih, karena akan terjadi fitnah seperti sepotong malam yang gelap gulita, seorang laki-laki beriman di pagi hari, menjadi kafir di sore hari, dan seorang laki-laki beriman di sore hari, menjadi kafir di pagi hari, menjual agamanya dengan kekayaan dunia.” (Riwayat Muslim, Al-Albani mengatakan bahwa lafadh Hadits ini diriwayatkan oleh At-Tirmidzi).
Seruan yang dilakukan Nabi SAW kepada sahabat-sahabatnya, termasuk kita hari ini, menunjukkan betapa besar akibat yang ditimbulkan dari menunda atau tidak bersegera dalam beramal shalih. Sehingga akhirnya fitnah mendahuluinya, huru-hara, dan peristiwa buruk yang terjadi di dunia, seperti sepotong malam yang gelap gulita. Sepotong malam, yang menjadikan seorang beriman pada pagi hari, dan kafir pada sore harinya, atau beriman pada sore dan kafir pada pagi hari, hanya karena harta dunia yang tidak seberapa, dan menjual kekayaan terbesarnya yaitu keimanan.
Kita akan kembali sejenak, kembali pada sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim. Mengingat kembali ketika perang Uhud berkecamuk, perang terbesar dalam sejarah perkembangan Islam setelah perang Badar. Ketika seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah SAW, “Bagaimana menurut engkau (wahai Nabi) jika saya mengatakan, di manakah saya?” Beliau menjawab, ‘Di surga.’ Maka pemuda itupun melemparkan kurmanya yang ada di tangannya, kemudian bertempur hingga ia meninggal.”
Seorang pemuda beriman, pemuda pemberani, pemuda yang tidak mau lagi menunda sedikit pun untuk menjemput surganya walau hanya sekedar mengunyah kurma. Pemuda yang tidak ingin kesempatannya berlalu lalu kemudian hilang. Seorang yang tidak terkalahkan oleh bisikan nafsunya untuk berhenti, menunda dan atau bahkan meninggalkannya. Ia berhasil mengendalikan dirinya, ia sangat tahu kapan ia harus bersabar dan kapan harus terburu-buru. Ia berhasil mengalahkan keinginannya untuk menikmati manisnya kurma dan bersegera menuju manisnya surga yang tiada-tara.
Lalu apakah kita akan menunda hingga usia menjelang? Usia yang mengaburkan pandangan mata kita, melemahkan tulang punggung kita, memutihkan rambut kita dan merontokkan gigi kita? Atau apakah kita menunda hingga kefakiran menimpa kita?
Ketika kita tidak mampu lagi menginfaqkan harta, walau hanya satu rupiah kepada orang lain, ketika kita sedemikian sibuk bekerja. Bekerja dan bekerja karena hasil yang kita peroleh tidak mencukupi untuk mengganjal perut kita, atau keluarga kita?
Ataukah kita menunggu hingga penyakit menggerogoti tubuh kita? Penyakit yang membuat kita diam tak berdaya, kaku, kelu dan lemah tak bertenaga. Penyakit yang membuat kita tak mampu berdiri dengan tegak menyembah Allah, penyakit yang membuat orang lain mengasihani kita. Ataukah kita menunggu hingga kekayaan berpihak kepada kita, ketika semua dapat terbeli dengan uang, ketika setiap detik kita bernilai jutaan rupiah, ketika semua manusia tersenyum menyapa karena segan dengan kekayaan kita? Atau ketika kekayaan itu membuat diri kita sangat sibuk dan lupa segalanya?
Ataukah kita menunggu datangnya peristiwa terburuk yang ditunggu? Datangnya Dajjal, yang berjalan di muka bumi menipu menusia, mengatakan kebenaran sebagai kebatilan, dan kebatilan sebagai kebenaran. Maka nerakanya adalah surga kita, dan surganya adalah neraka kita.
Katakan tidak! Kita tidak akan menunggu, hingga penyesalan terdalam akan muncul dari diri kita. Kita tidak akan menunda hingga usia tua, hingga kekayaan atau kemiskinan menghampiri, hingga sakit menggerogoti, hingga kondisi prima dan fit menjadi lemah tanpa daya.
Saat ini adalah saat terbaik kita. Semuda apapun kita, setua apapun kita, semiskin apapun kita, sekaya apapun kita, sesehat apapun kita, sesakit apapun kita. Saat ini adalah saat terbaik kita, untuk menyambut seruan Allah dengan segera, untuk menyambut surga kita yang luasnya seluas langit dan bumi.
Saat ini adalah saat terbaik untuk menyambut ampunan Allah. Inilah saat kita berlari, bersegara dan terburu-buru menyambut semua itu. Tanpa kita sisakan sedikit pun ruang untuk kemalasan, menunda dan berleha-leha. Itulah salah-satu ciri manusia bertakwa, manusia yang selalu menyambut dengan segera seruan Allah, semoga kita termasuk di antara mereka.
»»  Baca Selengkapnya...

Jumat, 24 Agustus 2012

Siswa SMA Ciptakan Plastik dari Kentang
KOMPAS.com — Pernahkah Anda berpikir bahwa kentang bisa dibuat menjadi plastik? Tentu banyak orang berpikiran, mustahil itu terjadi. Namun, bagi enam siswa SMAN 48 Jakarta, hal itu tidak mustahil. Melalui berbagai penelitian dan uji coba laboratorium, akhirnya mereka mampu menciptakan plastik dengan bahan dasar kentang.
Penemuan luar biasa ini telah mengantarkan tim SMAN 48 Jakarta menjadi juara pada Kompetisi Think Quest International 2011 yang diikuti sekitar 33.000 orang dalam 7.603 tim dari 52 negara. Penyerahan hadiahnya akan dilakukan di San Fransisco Bay Area, Amerika Serikat, Oktober 2011.
Penemuan plastik kentang ini berawal dari coba-coba dan sekadar mengaplikasikan teori yang mereka dapat di sekolah.
Bentuk, desain, dan ketebalan plastik yang mereka buat belum terukur secara jelas. Namun, temuan mereka telah membuka cakrawala baru bagi pengembangan ilmu pengetahuan. Elastisitas plastik yang mereka buat dengan bahan dasar kentang ini sangat mirip dengan plastik pabrikan.
Selain berhasil membuat plastik dari kentang yang mereka sebut bioplastik, tim yang terdiri dari Villa Yohana (16), Muhammad Labib Nauvaldi (16), Ikhsan Habibi (15), Tuwendy (16), Faisal Arsya (16), dan Ben Hadi Pratama (15)—keenamnya kini duduk di kelas XI jurusan IPA—ini juga membuat kertas berbahan baku pelepah bambu.
Kertas yang dihasilkan dari pelepah bambu itu nyaris sama dengan kertas daur ulang yang sering kita lihat: berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal.
Menurut Ben Hadi Pratama, anggota tim, ide awal membuat kertas dari bambu berasal dari Villa dan ide pembuatan plastik dari kentang ditawarkan oleh Labib.
"Awalnya, kami masih tanda tanya, apa benar bisa, soalnya hanya berdasar teori dan literatur. Lalu, kami praktikkan sekaligus melakukan penelitian atas prosesnya. Kalau berhasil kenapa, kalau tidak berhasil kenapa," kata Ben yang diiyakan kelima temannya. Dari situlah mereka menyempatkan diri tiap hari berkutat di laboratorium kimia sekolah mereka dan akhirnya berhasil.
Proses pembuatan plastik dari kentang dan pembuatan kertas dari pelepah bambu ini ternyata tidak terlalu rumit dan bisa dilakukan di rumah. Kepada Warta Kota, tim ini sempat menunjukkan dan mempraktikkan cara pembuatannya di laboratorium kimia sekolah.
Proses pembuatan plastik kentang
Untuk membuat plastik dari kentang, beberapa kentang mentah dicuci bersih, lalu diparut hingga agak halus. Parutan kentang itu dicampur air secukupnya dan diulek agar lebih halus. Setelah itu, parutan kentang disaring untuk membuang airnya sehingga hanya tersisa endapan putih, yakni sari pati kentang.
Sari pati kentang ini lalu dicuci lagi dan kembali disaring. Tunggu hingga mengendap. Endapan berupa tepung pati kentang ini lalu dicampur HCL atau asam cuka atau cuka dapur, gliserin, dan air secukupnya. Lalu, campuran pati kentang, HCL, gliserin, dan air ini dipanaskan di atas api sedang selama 15 menit sambil terus diaduk. "Nanti hasilnya akan seperti gel berwarna putih," kata Ben.
Gel dari sari pati kentang ini lalu ditetesi NaOH (natrium hidroksida) atau soda api, setetes demi setetes, lalu dites dengan ditempelkan ke kertas lakmus warna pink. Jika kertas lakmus itu berubah warna menjadi merah, tetesan soda api harus ditambah. "Sampai kertas lakmusnya berwarna biru atau hijau," kata Ben.
Jika gel yang ditetesi NaOH saat dites di kertas lakmus warna pink berubah menjadi biru atau hijau, gel ini siap menjadi plastik. Gel lalu siap dibentuk atau dituang di cetakan dan dijemur selama beberapa jam atau paling lama sehari sampai mengering. Setelah mengering, gel itu berubah menjadi plastik bening.
Kertas dari bambu
Proses pembuatan kertas dari pelepah bambu juga cukup sederhana. Pelepah bambu atau kulit pembalut batang bambu dicuci dan dipotong kecil-kecil, lalu dicampur dengan NaOH (natrium hidroksida) atau soda api dan direbus di atas api sedang selama dua jam. Sambil direbus, potongan pelepah bambu itu diaduk dengan pengaduk kayu. "Kalau pakai pengaduk berbahan metal, akan timbul sifat korosif, soalnya kan ada NaOH-nya," kata Vilia.
Setelah dua jam direbus, potongan pelepah bambu kembali dibersihkan dan dicuci, lalu dicampur dengan lem kertas secukupnya sambil diblender hingga menjadi bubur kertas. Bubur kertas ini siap dicetak dengan screen dan dibiarkan mengering beberapa jam. "Setelah kering, tinggal diambil dari screen dan jadilah kertasnya," tutur Vilia.
Kertas buatan Vilia dan kawan-kawan ini nyaris sama dengan kertas hasil daur ulang. Kertas mereka berwarna coklat dan memiliki serat yang tebal. "Kami sedang cari cara untuk membuatnya berwarna putih. Mungkin dicampur dengan pemutih baju atau klorin," katanya. Selain membuat kertas dari pelepah bambu dan bioplastik dari kentang, mereka juga menawarkan pembuatan kertas dari alga merah atau ganggang laut. "Kami tahu dari literatur bahwa kandungan seratnya tepat buat dijadikan kertas," ujarnya. (bum)
»»  Baca Selengkapnya...